Kelas 2 Progdi Hadits Gelar Tasyakuran Khataman Kitab Arba’in Nawawi

20 Januari 2019, untuk pertama kalinya Madrasah Mu’allimin Mu’allimat menggelar Tasyakuran Khotmil Hadits Arba’in Nawawi untuk santri kelas 2 program hadits. Kitab Arba’in Nawawy merupakan salah satu kitab hadits yang sangat masyhur dikalangan kaum muslimin, ditulis oleh Imam Muhyiddin An-Nawawy yang mencakup hadits-hadits Jawami’ kalim (hadits pendek tapi maknanya sangat luas). Buku ini sekalipun bentuknya […]

Persiapan Santri M3 ROMU Jelang Ujian Nasional 2019

Tak ingin gagal, berikut 5 persiapan yang dilakukan para santri untuk mencapai hasil optimal.

1. Belajar tambahan di luar jam sekolah
Bagi santri, aktivitas ini dirasa perlu demi meningkatkan pemahaman dan pendalaman terhadap materi mata pelajaran. Bisa dilakukan di dalam kelas atau dengan mengikuti bimbingan belajar di luar kelas. santri bisa mendapat banyak manfaat positif dengan mengikuti kegiatan ini.

Mereka akan lebih memahami materi pelajaran dan juga terampil dalam mengerjakan soal-soal ujian. Dengan demikian saat berhadapan dengan UN sesungguhnya, santri tidak lagi mengalami kebingungan.

2. Latihan soal di waktu senggang
Rajin mengerjakan latihan soal juga membantu melatih kelancaran. Cara ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk belajar karena bisa mengetahui sampai sejauh mana pemahaman akan suatu materi. Semakin sering mengerjakan soal, maka santri akan semakin paham dan menguasai jenis soal tersebut.

3. Membentuk kelompok belajar dengan teman
Belajar secara berkelompok dianggap lebih efektif dibandingkan dengan belajar secara mandiri. Sistem belajar cara ini bisa menghadirkan proses pertukaran ide dan adanya kemungkinan diskusi dalam sudut pandang yang berbeda atas suatu persoalan tertentu. Berkumpul bersama teman-teman senasib juga secara langsung bisa mengurangi tingkat stres yang menyerang jelang UN.

4. Meningkatkan ibadah
Berbagai bentuk ikhtiar yang dilakukan dengan keras serta semangat yang tinggi, akan mencapai hasil yang sempurna dengan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Melalui doa, ketenangan dan keiklasan akan tercipta sehingga santri bisa lebih berkonsentrasi saat menghadapi UN. Oleh karena itu, di tengah aneka persiapan akademis, para santri tak lupa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

5. Menjaga kesehatan
Segala persiapan yang dilakukan akan sia-sia jika kondisi badan tidak memungkinkan saat menghadapi UN. Serangan penyakit dapat membuat santri menjadi tidak fokus yang bisa berpengaruh terhadap hasil ujian.

Sadar akan hal ini, maka menjaga kesehatan juga masuk dalam daftar persiapan yang harus dilakukan. Apalagi dalam kondisi jelang UN, anak-anak kerap berada dalam kondisi stres yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan fisik mereka.

Pertemuan Rutin Wali Santri M3 ROMU

Setiap 3 bulan sekali, wali santri Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Raudhatul Mujawwidin (M3 ROMU) menghadiri acara pertemuan yang bertujuan untuk :

  1. Mengetahui perkembangan belajar santri
  2. Mengetahui hasil pelaporan nilai ujian serta perkembangan akhlak santri
  3. Berkoordinasi dengan guru dan wali kamar santri
  4. Menguatkan tali silaturahim antara wali santri dan lembaga

Alasan M3 Romu Menerapkan Target Belajar

Strategi pembelajaran dengan menggunakan Target Belajar yang gamblang bertujuan untuk menambah motivasi santri dan meningkatkan tanggung jawab diri untuk belajar dan memberikan target yang gamblang kepada santri.

Motivasi sering kali menjadi salah satu semangat yang tinggi ketika santri mengetahui dengan jelas apa yang mereka akan kuasai. Oleh sebab itu sebaiknya kita memberikan target belajar yang gamblang kepada santri. Misalnya, apakah kita ingin semua santri melakukan yang terbaik yang mereka bisa pada unit pelajaran berikutnya? Itu bisa menjadi menjadi salah satu target utama. Apakah kita menginginkan mereka memahami konsep dan defenisi tertentu, bertujuan untuk mendapatkan nilai tinggi dalam ujian akhir, berkerja sama secara efektif. Dalam kerja kelompok, atau membuat makalah yang akan membuat kita, santri, dan orangtua santri merasa bangga? Pertanyaan-pertanyaan tersebut patut menjadi pembangun.

Akan tetapi, sebaiknya tidak memberikan tujuan khusus yang terlalu rinci untuk suatu unit pelajaran. Penelitian menunjukan bahwa tujuan khusus yang rinci dapat membuat fokus santri menjasi sempit, misalnya belajar hanya demi ujian, dan akhirnya mereka akan belajar lebih sedikit dibandingkan jika mereka terlibat dalam pembelajaran dengan memberikan tujuan yang lebih umum.